This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Senin, 25 Oktober 2010
Efektifitas Stimulasi Refleksi (Accupressure) terhadap Penurunan Nyeri Pada Klien Angina Pektoris
22.19
PSIK Akademik
Penyakit jantung koroner adalah faktor penyebab utama kematian di dunia. Di negara Indonesia, penyakit jantung koroner adalah penyebab kesakitan dan kematian nomor satu. Angina pektoris adalah salah satu penyakit jantung koroner. Gejala khas dari penyakit angina pektoris adalah nyeri dada sebelah kiri yang dapat setempat atau menyebar ke leher, dagu, lengan sebelah kiri dan belangsung kira-kira 15 menit. Stimulasi refleksi (acupressure) adalah sebuah metode non farmakologis untuk mengurangi nyeri pada klien dengan penyakit angina pektoris. Dengan menggunakan 7 klien sebagai responden yang menderita penyakit angina pektoris di ruang CVCU (Intermediate Ward), instrumen yang digunakan untuk mengetahui tingkat dari nyeri adalah skala Bourbonais. Desain penelitian yang digunakan adalah pre experimental design dengan spesifik desain pre test and post test group design. Setelah pengumpulan dan analisis data diketahui bahwa, terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah intervensi stimulasi refleksi terhadap penurunan tingkat nyeri klien dengan kategori: nyeri menetap sebanyak 1 klien (14%), nyeri sedikit berkurang 2 klien (28%) and 4 klien (57%) nyeri sangat berkurang. Analisis t- test dengan menggunakan confidence interval 99%, signification (2 tail) 1%. Dapat disimpulkan dalam penelitian ini bahwa, stimulasi refleksi dengan menggunakan metode acupressure adalah efektif dalam mengurangi nyeri pada klien dengan diagnosa angina pektoris (p = 0,002). Diperlukan penelitian serupa dengan memperbanyak jumlah sampel dan adanya kelompok kontrol.
Sabtu, 23 Oktober 2010
Pengaruh Nyeri Haid Terhadap Aktivitas Membaca Dan Berfikir Pada Remaja
15.33
PSIK Akademik
Nyeri haid banyak di alami sebagian besar remaja yang telah mendapatkan menstruasi. Nyeri haid banyak mengganggu aktivitas remaja khususnya aktivitas belajar sebagaimana kapasitas mereka sebagai pelajar. Aktivitas belajar yang banyak dilakukan remaja adalah aktivitas belajar membaca dan berfikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nyeri haid terhadap aktivitas belajar membaca dan berfikir. Manfaat penelitian ini di harapkan perawat bisa memberikan penyuluhan tentang intervensi yang tepat untuk menunjang aktivitas belajar remaja ketika mengalami nyeri haid. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional. Populasi dari penelitian ini adalah siswi SMKN 2 Lumajang dengan jumlah sampel 205 orang. Pengumpulan data melalui kuesioner. Analisa data untuk pengujian hipotesa menggunakan uji Mann Whitney test dengan data berbentuk ordinal. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden mengalami nyeri haid yaitu sebanyak 151 siswa atau dengan presentase sebesar 74% dan 54 orang tidak nyeri haid. Dari hasil aktivitas belajar membaca pada responden yang baik (11,2%), sedang (38,7%) dan kurang (23,9%) sedangkan untuk aktivitas belajar berfikir baik (13,2%), sedang (39,7%) dan kurang (20,6%). Dari uji hipotesa didapatkan bahwa ada pengaruh nyeri haid dengan aktivitas belajar membaca dan berfikir rendah tapi pasti dengan nilai P = 0,000 koefisien korelasi 0,287 untuk membaca dan 0,253 untuk berfikir.
Pengaruh teh hijau terhadap kadar interleukin –1 pada tikus yang diinduksi artritis adjuvant
15.18
PSIK Akademik
Rheumatoid arthritis adalah penyakit inflamasi kronis pada sendi yang belum diketahui penyebabnya (www.John Hopkins Arthritis.org). Rheumatoid Arthritis sering menyebabkan deformitas pada sendi dan gangguan fungsi yang sering disertai dengan nyeri dan sulit pengobatannya apabila sudah terjadi deformitas kecuali dengan pembedahan (Koopman.2000). Meskipun penyakit ini dapat menyerang pada semua umur dan jenis kelamin namun lebih banyak dijumpai pada wanita dengan perbandingan antara pria dan wanita 3:1 terutama pada usia subur (Anderson.1999). Menurut Commite of the America Rheumatoid Collage Rheumatoid Arthritis timbul dengan frekwensi sekitar 500 kasus pertahun per 1 juta penduduk (Anderson.1999).
Tanaman teh termasuk dalam genus camelia senesis, pada awalnya kebiasan minum teh berasal dari Cina dan India yang kemudian berkembang ke Jepang kemudian ke Eropa dan pertama kali masuk ke Indonesia dibawa oleh seorang Jerman pada tahun 1684, pada tahun1910 perkebunan teh pertama kali dibangun di Gambang Jawa Barat, kemudian sejak itulah teh mulai berkembang di Indonesia (PTPK Gambang.2005). Masyarakat mempercayai dengan minum teh hijau dapat menyembuhkan penyakit rheumatoid arthritis (www.kompas cyber media.com). Namun belum jelas apakah teh hijau benar-benar dapat menyembuhkan penyakit rheumatoid arthritis atau hanya mencegah terjadinya rheumatoid arthritis.
Pengaruh Orientasi Ruangan Terhadap Perilaku Adaptif pada Anak Usia Sekolah
15.02
PSIK Akademik
Hospitalisasi pertama bagi anak usia sekolah merupakan suatu stressor yang menimbulkan respon perilaku kecemasan karena perpisahan, cedera dan nyeri tubuh akibat tindakan invasif, yang berupa regresi, ketergantungan, perasaan takut, dan rasa bersalah. Hal tersebut dapat menghambat pemberian perawatan dan pengobatan. Salah satu upaya agar anak dapat berperilaku adaptif saat dirawat di rumah sakit yaitu dengan pemberian orientasi ruangan. Oleh karena itu, peneliti ingin mengidentifikasi pengaruh orientasi ruangan terhadap perilaku adaptif pada anak usia sekolah yang dilakukan orientasi ruangan dengan yang tidak dilakukan orientasi ruangan saat dirawat di rumah sakit.
Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen. Populasi adalah seluruh anak usia sekolah yang dirawat di ruang anak, sedangkan sampel berjumlah 26 anak yang diambil dengan metode kuota sampling dengan kurun waktu 4 minggu sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. 13 anak sebagai kelompok kontrol yang tidak dilakukan orientasi ruangan dan 13 anak lagi sebagai kelompok perlakuan dengan diberikan orientasi ruangan sebanyak 3 kali sehari. Data dianalisa dengan menggunakan deskriptif qualitatif sedangkan orientasi ruangan terhadap perilaku adaptif anak usia sekolah menggunakan analisis statistik uji beda t-test. Didapatkan hasil pada hari pertama perbedaan tidak signifikan (0.4467<0.2180), pada hari kedua perbedaan tidak signifikan juga (1.4559<2.180) tetapi pada hari ke tiga didapatkan perbedaan yang signifikan (3.4439>2.180). Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh orientasi ruangan terhadap perilaku adaptif anak usia sekolah yang dirawat.
Hubungan antara Status Gizi (Berdasarkan Indeks Berat Badan / Tinggi Badan) dengan Usia Menarche
14.55
PSIK Akademik
Dari masa ke masa terdapat perubahan pola pertumbuhan dan perkembagan anak sampai tercapainya usia dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan yang cepat terjadi pada masa remaja. Masa remaja ditandai oleh adanya kematangan fungsi seksual (Pubertas) dan tercapainya bentuk tubuh dewasa akibat pengaruh pematangan fungsi endokrin. Pubertas biasanya muncul pada umur 12-16 tahun pada seorang gadis ditandai oleh adanya menstruasi yang pertama (menarche). Ada beberapa factor yang mempengaruhi usia menarche seperti : keadaan gizi, genetic, status kesehatan, psikologi, rangsangan audio visual, obat-obatan, kelainan fisik organ reproduksi dan sosial ekonomi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara status nutrition berdasarkan BB/TB dengan usia menarche. Penelitian ini merupakan deskriptif korelatif. Metode yang digunakan adalah survey dengan pendekatan Cross sectional. Tehnik pengambilan sample dengan Purposive Sampling, sampel berjumlah 25 orang siswi . Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan penyebaran quesioner kepada siswi dan orang tuanya pada bulan Desember 2005. Hasil penelitian diketahui 1 orang (4%) dengan status gizi baik menarche pada usia 9 tahun, 11 orang (44%) dengan status gizi baik menarche pada usia 10 tahun, 10 orang (40%) dengan status gizi baik menarche pada usia 11 tahun, 2 orang (8%) dengan status gizi kurang menarche pada usia 12 tahun, 1 orang (4%) dengan status gizi kurang menarche pada usia 13 tahun. Dari uji korelasi Spearmen’s diperoleh nilai r (rho) -0,475 dengan taraf signifikansi 0,016 (p < 0,05), hal ini berarti ada hubungan antara status gizi dengan usia menarche dimana bahwa semakin baik status gizinya maka semakin awal usia menarche
Efektifitas Stimulasi Refleksi (Accupressure) terhadap Penurunan Nyeri Pada Klien Angina Pektoris
04.27
PSIK Akademik
Penyakit jantung koroner adalah faktor penyebab utama kematian di dunia. Di negara Indonesia, penyakit jantung koroner adalah penyebab kesakitan dan kematian nomor satu. Angina pektoris adalah salah satu penyakit jantung koroner. Gejala khas dari penyakit angina pektoris adalah nyeri dada sebelah kiri yang dapat setempat atau menyebar ke leher, dagu, lengan sebelah kiri dan belangsung kira-kira 15 menit. Stimulasi refleksi (acupressure) adalah sebuah metode non farmakologis untuk mengurangi nyeri pada klien dengan penyakit angina pektoris. Dengan menggunakan 7 klien sebagai responden yang menderita penyakit angina pektoris di ruang CVCU (Intermediate Ward), instrumen yang digunakan untuk mengetahui tingkat dari nyeri adalah skala Bourbonais. Desain penelitian yang digunakan adalah pre experimental design dengan spesifik desain pre test and post test group design. Setelah pengumpulan dan analisis data diketahui bahwa, terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah intervensi stimulasi refleksi terhadap penurunan tingkat nyeri klien dengan kategori: nyeri menetap sebanyak 1 klien (14%), nyeri sedikit berkurang 2 klien (28%) and 4 klien (57%) nyeri sangat berkurang. Analisis t- test dengan menggunakan confidence interval 99%, signification (2 tail) 1%. Dapat disimpulkan dalam penelitian ini bahwa, stimulasi refleksi dengan menggunakan metode acupressure adalah efektif dalam mengurangi nyeri pada klien dengan diagnosa angina pektoris (p = 0,002). Diperlukan penelitian serupa dengan memperbanyak jumlah sampel dan adanya kelompok kontrol.
Hubungan Pengetahuan tentang Bahaya Rokok dengan Kebiasaan Merokok pada Remaja Usia 15 - 20
04.18
PSIK Akademik
Tingkat pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kebiasaan merokok remaja usia 15-20 tahun, sehingga diupayakan adanya peningkatan pengetahuan remaja untuk mengurangi kejadian merokok. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik analisa korelasi yang digunakan adalah product moment yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya hubungan antar variabel yang diteliti. Sampel adalah remaja usia 15-20 tahun yang memenuhi kriteria inklusi di SMK PGRI 3 Malang sebanyak 340 responden dengan teknik purposive random sampling. Hasil penelitian menggambarkan bahwa terdapat korelasi negatif lemah antara pengetahuan dengan kebiasaan merokok remaja yang diteliti. Dibuktikan dengan nilai r = -0,200 dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hal ini menjelaskan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kebiasaan merokok remaja usia 15-20 tahun.Berdasarkan hasil penelitian ini maka diharapkan adanya penelitian lanjutan mengenai pengalaman merokok dengan kebiasaan merokok. Juga perlu adanya upaya dari berbagai pihak yang berkompeten untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya rokok agar angka kejadian merokok pada remaja menurun.







